Ads

World of Dragon Nest, Gak Seburuk yang Gamers Pikirkan!



Lah gamenya rilis 8 Januari, kok baru diulas 23 Januari?
Ane memang sengaja menunggu moment ini, soalnya kalau baru seumur biji jagung ane ulas pasti bakal keluar thread Bad-Review. Untuk pemain yang sudah mengenal jauh Dragon Nest pasti sudah tahu bakal kejadian hal ini, server membludak dan overload. Karena animo penggemar diluar ekspektasi developer dan publisher. Secara garis besar tidak ada yang perlu disalahkan, baik itu sisi penggemar maupun pengembang.

Kembali ke topik utama, kenapa game ini membawa nuansa enjoy-playing? Karena gamenya memang lebih santai dari versi PC   (auto play). Gak semua serba auto kok, terkadang ada Quest yang mengharuskan pemain untuk bergerak sesuai perintah kita. Tetapi ada satu hal yang ane kagum sama WoDN, mereka tahu betul bagaimana mengemas gamenya. Nah pergeseran ini yang benar-benar ane suka, dari yang gelut dengan Dungeon dibawa ke sistem Open World. Hal ini membuat rotasi permainan kita ikut berubah, tetapi masih lekat dengan hal-hal yang mendasar dari Dragon Nest.

Untuk awal-awal game, kalian gak akan menikmati fitur ini karena dibuka untuk level tertentu saja. Ane mungkin gak jelaskan terlalu detail soal fitur-fitur di dalam game World of Dragon Nest. Tetapi yang pasti, game ini dapat membuat kalian melupakan rutinitas padat sehari-hari. Fitur-fitur menarik seperti menanam, memancing, menambang dan spa menjadi ajang untuk bersantai dikala bosan dengan Quest serta Dungeoun. Terlebih lagi, ada fitur Pet & Mount yang akan menemani perjalanan kita.

Secara keseluruhan World of Dragon Nest sukses memberikan angin segar untuk industri game, khususnya genre MMORPG. Cuman yang jadi masalah sekarang, apakah pengembang dan penerbit bisa menjaga komunitas saat ini? Kalau tidak ada pergerakan, bukan tidak mungkin para penggemarnya bakal meninggalkan game ini.

Post a Comment

0 Comments